MenemukanMu di Satu Pagi

April 10, 2020

Terlahir dari keluarga yang belum mengenal Tuhan, pada masa kecil saya tidak punya pengetahuan tentang yang ilahi, yang abadi. Di waktu malam menjelang tidur, pikiran saya sering dipenuhi pertanyaan tentang apakah hidup ini nyata atau sebenarnya hanya mimpi yang lain. Apa jadinya seandainya saya tidak terlahir di dunia ini, apakah saya masih tetap ADA? Mengingat masa-masa kecil itu, saya selalu terkagum dengan campur tangan Tuhan. Di usia sedini itu, bagaimana mungkin pertanyaan-pertanyaan itu bisa muncul kalau bukan Tuhan sendiri yang menaruhnya dalam pikiran. Tuhan Yang Maha Baik telah dari semula menuntun saya dalam perjalanan mencariNya.

Bukan satu kebetulan kalau pada satu pagi di kelas satu SD, saya dituntun merasakan sejenak kehadiranNya. Pagi itu, saya diantar ke sekolah oleh salah satu tetangga yang kebetulan juga guru SD. Dia ingin berdoa sebentar di gereja. Saya pun ikut diajaknya masuk ke dalam gereja. Gereja kecil berbentuk rumah panggung yang dibangun dari kayu. Ibu guru itu berlutut, membuat tanda salib dan berdoa. Saya duduk di sampingnya. Keheningan dan kedamaian menyelimuti suasana di dalam gereja. Saya merasa begitu bahagia. Saya perhatikan ada patung seorang wanita berjubah menggendong anak kecil di salah satu sisi. Mukanya begitu damai dan penuh cinta.  Saya merasa ingin berada di situ selamanya.

IMG-20180904-WA0004 - gereja bagan1

Hello world!

January 11, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!